Pengumuman Formasi dan Penerimaan CPNSD 2018 Lingkup Pemerintah Kabupaten Ngawi

Berikut ini Kami sampaikan Pengumuman PANSELDA Nomor : 810/2337/404.202/2018 tanggal 19 September 2018 tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2018, sebagaimana terlampir.

PENGUMUMAN FORMASI DAN SELEKSI

LAMPIRAN PENGUMUMAN FORMASI DAN SELEKSI

Atau download di Pengumuman dan Lampiran Pengumuman

Seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN

Kementerian dalam negeri memberi kesempatan bagi putera/puteri warga negara republik Indonesia untuk mengikuti seleksi penerimaan calon praja (SPCP) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tahun 2018.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui website: http://sscndikdin.bkn.go.id

Jadwal dan persyaratan SPCP IPDN sebagaimana terlampir dan lebih lanjut dapat dilihat pada website http://kemendagri.go.id dan http://spcp.ipdn.ac.id

Calon peserta yang telah mendapatkan nomor pendaftaran peserta selanjutnya menyampaikan kelengkapan berkas dengan mengunggah/mengupload dokumen  sebagimana tercantum dalam persyaratan calon peserta IPDN tahun 2018 ke website http://sscndikdin.bkn.go.id mulai tanggal 10 april s.d. 20 mei 2018

Apabila ada pihak/oknum yang menawarkan jasa dengan menjanjikan untuk dapat diterima menjadi calon praja IPDN tahun 2018 dengan meminta imbalan tertentu maka perbuatan tersebut adalah tidak benar dan termasuk dalam delik penipuan.

 

Program Beasiswa S2 Dalam Negeri Kominfo Tahun 2018

Dalam rangka mendukung upaya peningkatan kulitas dan profesionalisme aparatur pemerintah, baik pusat maupun daerah  Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kominfo pada Tahun Anggaran 2018 kembali akan melaksanakan Program Beasiswa S2 Dalam Negeri Bidang lnformatika.

Info lengkap silahkan unduh di sini

Pendaftaran Sekolah Kedinasan Dibuka 9 April

Penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni pada kementerian/lembaga yang mempunyai lembaga pendidikan kedinasan kembali dibuka. Pendaftaran dimulai pada 9 April 2018 sampai dengan 30 April 2018.

Sesuai dengan pengumuman nomor : 239/S.SM.01.00/2018 , pada tahun ini terdapat 13.677 kursi dibuka untuk delapan K/L yang mempunyai lembaga pendidikan kedinasan membuka penerimaan calon siswa-siswi/taruna-taruni. Kedelapan K/L tersebut antara lain Kementerian Keuangan (PKN STAN), Kementerian Dalam Negeri (IPDN), Badan Siber dan Sandi Negara (STSN), Kementerian Hukum dan HAM (POLTEKIP dan POLTEKIM), Badan Intelijen Negara (STIN), Badan Pusat Statistik (POLITEKNIK STATISTIKA), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), dan Kementerian Perhubungan (11 Sekolah Tinggi, POLTEK dan Akademi).

Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal https://sscndikdin.bkn.go.id. Calon peserta hanya boleh mendaftar di salah satu program studi dari delapan instansi/lembaga pendidikan kedinasan. “Bila mendaftar di dua program studi atau lebih maka secara otomatis akan gugur,” jelas Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Dwi Wahyu Atmaji di Jakarta, Kamis (29/03).

Pada seleksi sekolah kedinasan ini, peserta harus melalui beberapa tahapan. Salah satu tahapan seleksi adalah Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menggunakan Computer Assisted Test (CAT). Untuk tahapan lainnya diatur oleh masing-maisng K/L.

Pada tahap awal, peserta juga harus melalui seleksi administrasi. Setiap peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti SKD dikenakan biaya Rp 50.000,00 berdasarkan PP No. 63/2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Teknis pembayaran akan diatur lebih lanjut dengan Surat Edaran Kepala BKN,” jelas Dwi Wahyu Atmaji.

Untuk lembaga pendidikan kedinasan pada Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, juga akan dipungut biaya pendaftaran lain yang diatur oleh masing-masing instansi.

Kementerian PANRB mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya penipuan yang bermula dari informasi penerimaan siswa-siswi/taruna-taruni ini, kemudian berlanjut menawarkan jasa untuk membantu dengan meminta sejumlah imbalan. “Apabila ada oknum atau siapapun yang mengiming-imingi bisa membantu dan meminta sejumlah uang atau imbalan, segera laporkan ke penegak hukum. Hal tersebut patut diduga penipuan,” tegasnya. (HUMAS MENPANB)

Pengumuman resmi silahkan unduh di sini